HOTLINE

Nanis :91386828, 08129434080

yahoo messenger nanis

Firman : 91386838, 0811921787

yahoo messenger Firman

Chaidir : 91386829, 081388288675

yahoo messenger chaidir

Lia : 91386830, 0811 1102188

yahoo messenger lia

Laura :

yahoo messenger laura

Yuli : 33323608, 085217318141

yahoo messenger lia

Head Office:

PT. KAFILAH MAGHFIRAH WISATA
Perkantoran Mitra Matraman Blok A1-25 Jl. Matraman Raya  No.148 Jakarta 13150

[HUNTING]
021 851 7172
021 8591 8134

Fax. 021 8591 8135
Email : travel@Maghfirah.com

<<Kantor Perwakilan>>

<<Peta Lokasi Maghfirah Travel>>

Tawaf & Sa'i PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh ad   

Tawaf

adalah suatu ritual mengelilingi Ka'bah (bangunan suci di Mekkah) sebanyak tujuh kali sebagai bagian pelaksanaan ibadah haji atau umrah.

Adapun syarat-syaratnya adalah :

- Suci daripada Hadath.

- Suci badan/pakaian/tempat tawaf daripada najis.

- Menutup aurat.

- Bermula pada sudut Al-Hajarul Aswad dan berniat Tawaf jika Tawaf Wada'/Sunat/Nazar.

- Menjadikan Baitullah di sebelah kiri dan berjalan ke hadapan.

- Berjalan bertujuan Tawaf, bukan bertujuan lain.

- Cukup 7 kali keliling dengan yakin.

- Dilakukan dalam Masjidil Haram dan di luar dari Hijir Ismail/Syazarwan.

 

Tawaf pun dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

- Tawaf Rukun.

- Tawaf Qudum (Selamat Datang)

- Tawaf Wada' (Selamat Tinggal)

- Tawaf Sunat.

- Tawaf Nazar.

 

Ada beberapa sunah-sunah tawaf diantaranya :

- Berjalan kaki.

- Berittiba' bagi Tawaf diiringi dengan Sa'ie (Lelaki)

- Melakukan Ramal (Berlari-lari anak) bagi Tawaf yang diiringi dengan Sa'ie (Lelaki)

- Istilam Hajarul Aswad dan Mengucupnya/Istilam Rukun Yamani dan tidak Mengucupnya.

- Membaca Zikir dan Doa.

- Berturut-turut 7 kali keliling.

- Tawaf dengan Khusyuk/Tawadhuk.

- Sembahyang Sunat Tawaf.

 

SA’i

Ibadah Sa'i merupakan salah satu rukun Haji dan umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki (berlari-lari kecil) bolak-balik 7 kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Kedua bukit yang satu sama lainnya berjarak sekitar 405 meter. Ketika melintasi Bathnul Waadi yaitu kawasan yang terletak diantara bukit Shafa dan bukit Marwah (saat ini ditandai dengan lampu neon berwarna hijau) para jama'ah pria disunatkan untuk berlari-lari kecil sedangkan untuk jama'ah wanita berjalan cepat. Ibadah Sa'i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang Haid atau Nifas.

Maksud dari melakukan sa'i adalah untuk memperingati peristiwa pencarian air oleh Hajar tersebut dan kemurahan Alloh dalam mengabulkan doa-doa.

Dr. Ali Shariati dalam bukunya, HAJJ: Reflection on Its Rituals menggambarkan Sa'i sebagai berikut:

Sa'i adalah pencarian. Hal itu merupakan gerakan bertujuan. Hal itu digambarkan dengan berlari dan tergesa-gesa. Selama tawaf (mengelilingi ka'bah) anda beperan sebagai Hajar. Dalam posisi Ibrahim anda bertindak sebagai Ibrahim dan Ismail. Begitu anda memulai sa'i anda berperan sebagai Hajar kembali. Ini adalah peragaan dari kesatuan. Bentuk, pola, warna, ukuran, kepribadian, batas, perbedaan, dan jarak dihancurkan. Manusia yang telanjang dan kemanusiaan yang murni ada di sana! Tiada lain dari kepercayaan, keimanan dan tindakan menjadi nyata! Di sini tidak ada yang berarti; bahkan Ibrahim, Ismail, dan Hajar hanyalah nama, kata, dan simbol. Segala apa yang ada bergerak secara konstan, kemanusiaan dan spiritualitas serta diantaranya hanyalah disiplin. Lebih jauh, inilah arti Haji, suatu keputusan untuk gerakan terus menerus dalam arah tertentu. Dengan cara demikian pula dunia ini bergerak.

 Artikel Lainnya...... 

 

(http://id.wikipedia.org/wiki/Tawaf)

(http://id.wikipedia.org/wiki/sa’i)

 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1870
mod_vvisit_counterKemarin3200
mod_vvisit_counterMinggu Ini9474
mod_vvisit_counterBulan Ini51517
mod_vvisit_counterSemua499312

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (diantaranya) maqam Ibrahim;barangsiapa memasukinya(Baitullah itu) menajdi amanlah;mengerjakan haji adalah kewajiban manusia karena Allah,yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan kesana. Dan barangsiapa yang ingkar(terhadap kewajiban haji),maka bahwasanya Allah Maha Kaya dari semesta alam (Ali ‘Imran [3]:97)